Alergi : Pengertian Alergi, Apa itu Alergi, Jenis atau Macam Alergi

0
71

Informasi dasar tentang alergi

Kata kunci:

  • Antibodi : Protein yang dibuat oleh tubuh yang memberikan respon terhadap antigen; antibodi atau immunoglobin spesifik untuk tiap antigen.
  • Antigen : Substansi yang ketika masuk kedalam tubuh menyebabkan formasi antibodi bereaksi secara spesifik terhadap substansi tersebut; dikenal sebagai alergen atau immunogen.
  • Hipersensitifitas. Reaksi berlebih pada sistem imun tubuh terhadap antigen yang melebih normal. Sinonim dari alergi

Sneezing, sniffing dan wheezing merupakan simpton yang paling sering terjadi dan berhubungan dengan alergi. Pengertian Alergi atau hypersensitif, merupakan respon berlebih terhadap substansi asing seperti pollen (Serbuk sari).

Reaksi alergi jenis hipersensitif dapat terjadi secara cepat (demam) atau tertuda (kontak terhadap penyakit kulit-contoh, reaksi terhadap lateks atau racun tumbuhan) tergantung terhadap reaksi ketahanan tubuh terhadap antigen. 

Secara umum, ada 3 tahap reaksi alergi. Tahap pertama tidak menyebabkan simpton. Ini merupakan hubungan pertama terhadap ketahanan tubuh terhadap antigen.

Sel pada sistem pertahanan tubuh bereaksi terhadap antigen dengan menghasilkan antibodi IgE yang melekat pada sel mast dan eosinophils (2 tipe sel pertahanan tubuh) yang mengalir dalam darah. 

Saat antigen yag sama terjadi dua kali dan melekat pada dua antibodi IgE pada sel mast, sel mast akan aktif. Selama fase kedua ini, sel mast melepaskan zat kimia (Seperti histamin, prostaglandins, dan leukotriene) yang bertanggungjawab terhadap reaksi alergi.

Tahap ketiga dari reaksi alergi ialah reaksi pertahanan tubuh yang diperlama yang disebabkan oleh zat kimia yang dikeluarkan oleh sel pertahanan tubuh.

Hal ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Berdasarkan berbagai reaksi terhadap antigen, peneliti Peter Gell dan Robert coombs telah membagi alergi menjadi 4 tipe yaitu : 1 (anaphylaxis), II (Cytitoxic), III (imune complex), dan IV (Sel-mediated).

Hipersensitif tipe I- Anaphylaxis, Dari bahasa yunani yaitu ana (berlawanan) dan Phylaxis (perlindungan ) , atau kebalikan dari perlindungan.

Pada penjelasan lebih jauh yaitu sistem ataupun respon lokal. Anaphylaxis sistem merupakan respon seluruh tubuh terhadap suatu antigen seperti sengantan lebah.

Oleh karena jumlah bahan kimia yang dilepaskan oleh sel pertahanan tubuh, tubuh bereaksi secepatnya dengan menurunkan tekanan darah (menyebabkan shock), susah bernafas, dan ingusan.

Bila tidak ditangani secepatnya sengatan anaphylactic dapat berakibat fatal.

Reaksi anaphylactic lokal (atopy) merupakan hipersensitif yang paling sering dijumpai. Ciri-cirinya tergantung terhadap rute yang digunakan dalam antigen memasuki tubuh.

Untuk antigen udara, seperti debu rumah, serbuk sari, dan bulu hewan, simptons  seperti gejala demam (mata merah, bersin, sneezing dan batuk atau asma bronchi). Simpton atopik yang lain
yaitu hives, kulit gatal, dan diare.

Alergi makanan merupakan salah satu contoh dari reaksi atopik

Reaksi Hipersensitif Tipe II (Cytotoxic) merupakan alergi yang  melingkupi terikatnya antigen dan kompleks-antibodi ke sel yang dapat menghancurkan target sel.

Contoh tipe ini ialah transfusi darah yang tidak cocok (tipe B ke tipe A), anemia hemolitik, dan penyakit hemolitik pada bayi lahir.

Reaksi Tipe III ini berhubungan dengan mengumpulkan kompleks imun seperti antigen berikatan antibodi pada dinding pembuluh darah, yang menyebabkan inflamasi, dan kerusakan jaringan. Glomerulonephritis. dan inflmasi pada dinding pembuluh darah  pada ginjal.pengertian alergi

Penyakit kontak kulit (reaksi terhadap racun tumbuhan, lateks, kosmetik, dan perhiasan) merupakan contoh kategori terakhir dari tipe IV. Sel T (sel pertahanan tubuh ), pertama bereaksi terhadap antigen; selama perlakuan kedua terhadap antigen , klone dari sel T yang sama melepaskan senyawa faktor senyawa  kimia yang menyebabkan reaksi terhadap antigen.

Hasil bahan kimia yang dikeluarkan berupa merah, gatal ataupun memar. Reaksi terhadap Mycobacterium tuberculosis merupakan tipe IV.

Sistem pertahanan tubuh telah diketahui dapat menyebabkan menyerang diri sendiri dan menyebabkan penyakit. Kelainan tersebut seperti multiple sclerosis, diabetes, dan lupus. Pengobatan alergi. Pengobatan terhadap alergi dapat berupa menjauhi antigen, penggunaan antihistamin,  anti-inflamasi (steriod), dan suntikan alergi.

-Mary Beth ridenhour-
Sumber
Encyclopedia of genetics :Revised Edition. 2004. Salem press Inc. USA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here