APA ITU HUTAN MANGROVE ?

0
29

Menurut Snedaker (1978), hutan mangrove adalah kelompok jenis tumbuhan yang tumbuh di sepanjang garis pantai tropis sampai sub-tropis yang memiliki fungsi istimewa di suatu lingkungan yang mengandung garam dan bentuk lahan berupa pantai dengan reaksi tanah anaerob.

Secara ringkas hutan mangrove dapat didefinisikan sebagai suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut (terutama di pantai yang terlindung, laguna, muara sungai) yang tergenang pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam.

Sedangkan ekosistem mangrove merupakan suatu sistem yang terdiri atas organisme (tumbuhan dan hewan) yang berinteraksi dengan faktor lingkungannya di dalam suatu habitat mangrove.

Hutan mangrove di Indonesia, yang terbagi kedalam 2 (dua) zone wilayah geografi mangrove yakni Asia dan Oseania, kedua zona tersebut memiliki keanekaragaman tumbuhan , satwa dan jasad renik yang lebih besar dibanding negara-negara lainnya.

Hal ini terjadi karena keadaan alamnya yang berbeda dari satu pulau ke pulau lainnya, bahkan dari satu tempat ketempat lainnya dalam pulau yang sama.

Sistem perpaduan antara sumberdaya hutan mangrove dan tempat hidupnya yang khas itu, menumbuhkan berbagai ekosistem yang masing-masing menampilkan kekhususan dalam kehidupan jenis-jenis yang terdapat didalamnya.

Meskipun secara umum lokasi mangrove diketahui, namun terdapat variasi yang nyata dari luas total ekosistem mangrove Indonesia, yakni berkisar antara 2,5 juta – 4,25 juta ha.

Perbedaan jumlah luasan ini lebih banyak disebabkan oleh perbedaan metodologi pengukuran luas hutan mangrove yang dilakukan oleh berbagai pihak.

Walaupun demikian diakui oleh dunia bahwa Indonesia mempunyai luas ekosistem mangrove terluas di dunia (21% luas mangrove dunia).

Untuk lebih jelasnya, luas dan penyebaran, status kawasan, dan laju perubahan luasan hutan mangrove (dari tahun 1982 – 1999) di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 1. Beberapa faktor yang menjadi penyebab berkurangnya ekosistem mangrove antara lain :

  • Konversi hutan mangrove menjadi bentuk lahan penggunaan lain, seperti permukiman, pertanian, tambak, industri, pertambangan, dll.
  • Kegiatan eksploitasi hutan yang tidak terkendali oleh perusahaan- perusahaan HPH serta penebangan liar dan bentuk perambahan hutan lainnya.
  • Polusi di perairan estuaria, pantai, dan lokasi-lokasi perairan lainnya dimana tumbuh mangrove.
  • Terjadinya pembelokan aliran sungai maupun proses sedimentasi dan abrasi yang tidak terkendali.

Walaupun alasan yang akurat mengenai adanya penambahan hutan mangrove di beberapa propinsi (Tabel 1.) belum diketahui dan dilaporkan secara pasti, namun ada beberapa faktor yang memungkinkan bertambahnya areal hutan mangrove dibeberapa propinsi tersebut, yaitu:

  • Adanya reboisasi dan atau penghijauan.
  • Adanya perluasan lahan hutan mangrove secara alami yang
  • berkaitan dengan adanya proses sedimentasi dan atau penaikan permukaan air laut.
  • Presisi metoda penafsiran luas hutan yang lebih baik dari metoda yang digunakan sebelumnya.

Tabel 1. Luas dan Penyebaran Hutan Mangrove di Setiap Propinsi di Indonesia Resep Makanan Berbahan Baku Mangrove dan Pemanfaatan Nipah_011   MANFAAT HUTAN MANGROVE Secara garis besar manfaat hutan mangrove dapat dibagi dalam dua bagian : 1)Fungsi ekonomis, yang terdiri atas :

  • Hasil berupa kayu (kayu konstruksi, kayu bakar, arang, serpihan kayu untuk bubur kayu, tiang/pancang)
  • Hasil bukan kayu
  1. Hasil hutan ikutan (non kayu)
  2. Lahan (Ecotourisme dan lahan budidaya) Fungsi ekologi, yang terdiri atas berbagai fungsi perlindungan lingkungan ekosistem daratan dan lautan maupun habitat berbagai jenis fauna, diantaranya:

a. Sebagai proteksi dan abrasi/erosi, gelombang atau angin kencang.

b. Pengendalian instrusi air laut

c. Habitat berbagai jenis fauna d. Sebagai tempat mencari, memijah dan berkembang biak berbagai jenis ikan dan udang

e. Pembangunan lahan melalui proses sedimentasi

f. Pengontrol penyakit malaria

g. Memelihara kualitas air (mereduksi polutan, pencemar air)

Hasil hutan mangrove non kayu ini sampai dengan sekarang belum banyak dikembangkan di Indonesia.

Padahal apabila dikaji dengan baik, potensi sumberdaya hutan mangrove non kayu di Indonesia sangat besar dan dapat medukung pengelolaan hutan mangrove secara berkelanjutan. Salah satunya adalah sumberdaya mangrove sebagai salah satu makanan alternatif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here