Klasifikasi Batang: Pembagian Batang

0
91

Belajar Biologi.Batang dapat diklasifikasikan berdasarkan pada sifat batang tertentu, misalnya pertumbuhan dan perkembangan kuncup ujung dan samping, perawakan (habitus), lama hidup, bentuk  hidup, tempat dan cara hidup, serta arah tumbuhnya. 

Pertumbuhan dan perkembangan kuncup 

Berdasarkan pertumbuhan dan perkembangan kuncup daun/cabang, batang pokok pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga tipe.

1# Monocaulis 

Monocaulis yaitu batang yang pertumbuhannya didominir oleh kuncup ujung. Kuncup lateral mereduksi atau berkembang menjadi perbungaan sehinggaterbentuk struktur batang tunggal. Batang monocaulis ini dapat dibedakan menjadi dua macam.

  1. Monocaulis monocarpi, apabila kuncup ujung pada umur tertentu berubah menjadi perbungaan terminal sehingga otomatis pertumbuhan batang terhenti. Contoh : Keluarga pisang (Musaceae), empon-empon (Zingiberaceae), garut (Maranthaceae), ganyong (Cannaceae), dan jenis palem sagu (Metroxylon sagoo; Aracaceae) 
  2. Monocaulis polycarpi, apabila kuncup ujung tetap berfungsi, tetapi kuncup samping berubah menjadi perbungaan. Contoh : Kelapa (Cocos nucifera ; Arecaceae) dan aren (Arenga pinnata; Arecaceae). Pada aren, fenomena polikarpi sangat menarik. Tandan bunga pada buku batang ujung (3-7) berkelamin betina dan tandan bunga pada batang batang pangkal (3-7) berkelamin jantan. Perbungaan dimulai kala batang telah terhenti pertumbuhannya (umur 8-12 tahun). 

2#Monopodial

Monopodial ialah klasifikasi batang atau pembagian batang yang pertumbuhannya didominir oleh kuncup ujung. Kuncup lateral tumbuh, tetapi pertumbuhannya kurang baik dibandingkan kuncup ujung. Dalam hal ini, batang pokok akan tampak jelas. Contoh : Sengon (Paraserianthes falcataria; Mimopsaceae).  

3# Simpodial

Simpodial merupakan klasifikasi batang atau pembagian batang yang pertumbuhannya didominir oleh kuncup samping. Kuncup ujung pertumbuhannya lambat atau tereduksi sehingga cabang ke
samping yang tampak dominan, tetapi kuncup ujung masih terlihat eksistensinya.

Pada kondisi ekstrem, yaitu pada saat kuncup ujung mati, tetapi sepasang kuncup di bagian buku batang pangkal tumbuh secara bersamaan maka terjadilah tipe percabangan dichotomus (menggarpu), misalnya pada paku resam (Glechenia spp.). 

Berdasarkan perawakan

Perawakan tumbuhan dapat dibedakaan berdasarkan beberapa kondisi berikut: 

1# Organoleptik batang 

Batang tumbuhan dapat memiliki perawakan basah atau herba (herbaceous) apabila batang secara organoleptik lunak, misalnya batang bayam (Amaranthus spp.), patikan (Euphorbia hirta) dan batang keras (Lignosus) apabila secara organoleptik keras karena adanya kandungan kayu yang dominan, misalnya tanaman jati (Tectona grandis; Verbenaceae). 

Batang keras dan berkayu dimiliki oleh tumbuhan yang berperawakan (habitus) semak (Shurb) dan pohon (trees).

Batang berkayu yang memiliki ruas panjang dapat dibedakan antara tipe batang mendong (calamus) ruas batang panjang dan pejal, misalnya rotan (Calamus ornatus, Aracaceae) serta rumput (calmus) ruas batang panjang dan berongga misalnya padi (Oryza sativa; Poaceae). 

Perawakan semak dan pohon dapat dibedakan berdasarkan pada ukuran diameter dan tinggi batang. Pohon memiliki diameter batang lebih dari 5 cm dan tinggi batang lebih dari 10 m. Sementara semak memiliki diameter batang kurang dari 5 cm dan tinggi batang kurang dari 10 m.

Pada penerapan di ke kehutanan masih dirinci antara pohon rendah (tinggi batang kurang dari 20 m) dan pohon tinggi (tinggi batang lebih dari 20 m).

Lama hidup tumbuhan 

Berdasarkan pada lama hidup tumbuhan, perawakan tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan.

  • Annual, apabila umur tumbuhan kurang atau maksimal mencapai satu tahun. Tumbuhan seperti ini pada umumnya hanya berbunga satu kali kemudian mati setelah buah masak.
    Contoh: Jagung, kedelai, tomat, kacang tanah.
  • Bieenial (tumbuhan dua tahun), yaitu tumbuhan yang untuk menyelesaikan daur hidupnya berkisar antara lebih dari satu tahun sampai dua tahun. Pada umumnya berbunga hanya sekali saat telah menyelesaikan masa vegetatif lebih dari satu tahun. Misalnya jenis semak sidaguri (Sidaguri rhombifolis; Malvaceae).
  • Perennial, merupakan tumbuhan yang hidp bertahun-tahun bahkan terbukti ada yang mencapai umur  ratusan tahun. Dalam satu daur hidupnya, tumbuhan ini berbunga dan berbuah berkali-kali. Ketahanan hidup tumbuhan tersebut didukung oleh batang yang kokoh, artinya tumbuhan memiliki bagian tubuh untuk pertahanan misalnya rimpang, umbi, tunas yang tahan untuk melampaui musim kering, dan lain-lain.

Berdasarkan bentuk hidup

Oleh Renkuler (Barbour dkk., 1987), tumbuhan dikelompokkan menjadi lima bentuk hidup (life form) sebagai berikut.

  • Fanerofit

    (Phanerophyte), sebagai tumbuhan tinggi di udara dengan sifat perawakn pohon dan semak yang memiliki batang dengan percabangan yang tahan (perennating bud) pada ketinggian lebih dari 25 cm di atas permukaan tanah

  • Kamaefit (Chamaephyte), sebagai terna perennial atau semak kecil dengan sifat perawakan tumbuhan yang dimiliki batang dengan percabangan yang tahan (perennating bud) pada
    ketinggian lebih dari 25 cm di atas permukaan tanah.
  • Hemicriptofit (hemicryptohyte), sebagai tumbuhan setengah di bawah tanah dengan sifat perawakan tumbuhan yang memiliki percabangan yang tahan terletak di permukaan tanah atau di bawah permukaan tanah (di bawah lapisan tanah permukaan), terlindung dari faktor luar di habitatnya.
  • Kriptofit atau geofit (geophyte), sebagai tumbuhan tanah dengan sifat perawakan tumbuhan yang batangnya (berupa rimpang, umbi, umbi lapis) berada di dalam tanah, pada
    musim kering bagian di atas tanah mati.
  • Teropfit (Terophyte),
    sebagai tumbuhan annual sejati dengan sifat perawakan tumbuhan yang menyelesaikan daur hidup dalam waktu yang singkat dan mempertahankan diri pada saat kondisi tidak baik dengan biji, spora, atau badan khusus untuk reproduksi.

Tempat dan cara hidup 

Di alam, berdasarkan tempat dan cara hidup tumbuhan, dapat diamati adanya bentuk sebagai berikut.

  • Epifit (Epiphyte), yaitu tumbuhan yang menumpang pada bagian tumbuhan yang lain
  • Epifil (Epiphyll), yaitu perawakan yang menumpang pada daun tumbuhan lain.
  • Liana, yaitu tumbuhan yang memanjat pada tumbuhan yang lain (dapat dengan bantuan daun pembelit, akar pelekat, duri kait, cabang pembelit, daun pembelit, dan lain-lain) yang pada hakekatnya untuk berkompetisi mendapatkan cahaya matahari.
  • Parasit, yaitu tumbuhan yang menumpang dan mengisap makanan dari tumbuhan inangnya, seperti pada benalu (Dendropthoe pentandra; Loranthaceae).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here