PENGELOMPOKAN ALGAE / Alga

0
24
Berdasarkan tipe pigmen fotosintetik yang dihasilkan, bahan cadangan makanan di dalam sel, dan sifat morfologi sel, algae / alga dikelompokkan menjadi 7 divisio utama, yaitu Chlorophyta, Euglenophyta, Chrysophyta, Pyrrophyta, Rhodophyta, Phaeophyta, dan Cryptophyta.
1. DIVISIO CHLOROPHYTA

Ciri-ciri algae / alga ini adalah berwarna hijau, mempunyai pigmen fotosintetik yang terdiri dari klorofil a dan b seperi pada tumbuhan, karoten, dan beberapa xantofil. 

Cadangan makanan berupa pati, dinding sel terdiri dari selulosa, xylan, manan, beberapa tidak berdinding sel, dan mempunyai flagela 1sampai 8 buah. Algae / alga hijau ini banyak terdapat di ekosistem perairan dan diduga merupakan asal dari tumbuhan.

Organisasi selnya dapat berbentuk uniseluler, multiseluler yang berbentuk koloni, dan multiseluler yang berbentuk filamen. 

Contoh algae / alga hijau uniseluler yaitu order Volvocales, genera Chlamydomonas dan Volvox, yang bersifat motil karena berflagela. Algae / alga yang berbentuk filamen adalah genera Ulothrix, Spirogyra dan Ulva. Bentuk Spirogyra sangat khusus karena kloroplasnya yang berbentuk spiral. Anggota algae / alga ini yang sering ditanam sebagai rumput laut yaitu Scenedesmus dan yang sering digunakan sebagai makanan kesehatan adalah Chlorella

Pada genus Chlamydomonas, dalam siklus hidupnya algae ini mengadakan reproduksi secara seksual dengan peleburan sel yang menghasilkan zygot. Setelah periode dorman akan terjadi meiosis sehingga terbentuk 4 sel yang kemudian memperbanyak diri dengan pembelahan mitosis.

Pada perkembangbiakan secara aseksual, sel akan kehilangan flagela dan kemudian terjadi pembelahan secara mitosis menjadi 4, 8 atau 16 sel. Masing-masing sel keluar dari dinding sel dan kemudian tumbuh flagela. Perkembangbiakan algae yang berbentuk filamen terutama secara aseksual yaitu dengan cara fragmentasi.

Spirogyra dapat berkembang biak secara seksual dengan membentuk tabung konjugasi. Setelah isi sel melebur maka akan terbentuk zygot dan berkembang menjadi zygospora. Pembelahan meiosis terjadi setelah zygospora berkecambah.

2. DIVISIO EUGLENOPHYTA

Algae ini berbentuk euglenoid, mempunyai pigmen fotosintetik yang terdiri klorofil a dan b sehingga tampak berwarna hijau dan mempunyai karoten serta xantofil.

Perbedaan dengan algae hijau adalah cadangan makanannya yang berupa paramilon, yaitu polimer glukosa dengan ikatan B1,3. Semua
anggota algae ini uniseluler, mempunyai 1-3 flagela dengan letak apikal atau subapikal, dan mempunyai membran plasma dengan struktur fleksibel yang disebut pelikel.

Euglenophyta kebanyakan hidup di perairan atau tanah. Perkembangbiakannya dengan membelah diri dan tidak dapat
berkembangbiak secara seksual. Algae Euglena gracilis mempunyai 2 flagela yang tidak sama panjang. Mereka mempunyai bintik mata yang berwarna merah karena berisi karotenoid.

Bintik mata berfungsi sebagai penerima cahaya untuk mengatur gerak aktif, sebagai respon sel terhadap arah dan intensitas cahaya. Algae ini tidak berdinding sel sehingga lentur.

3. DIVISIO PYRROPHYTA


Anggota algae ini juga sering disebut dinoflagelata, mempunyai pigmen fotosintetik berupa klorofil a dan c, karoten dan beberapa jenis
mengandung xantofil. Cadangan makanan terdiri atas pati atau minyak, dinding sel tersusun dari selulosa dan ada yang sangat keras disebut teka, tetapi ada yang tidak berdinding sel. 
Algae ini umumnya mempunyai alat gerak yang berupa 2 flagela. Pyrrophyta umumnya berwarna merah atau coklat, karena adanya pigmen xantofil dan selnya berbentuk uniseluler. 
Algae ini terutama hidup di laut, beberapa anggotanya dapat mengeluarkan cahaya bioluminesen, maka sering disebut fire algae. Contoh algae ini Gonyaulax polyedra, yang menghasilkan toksin berwarna merah atau merah coklat yang dapat mematikan hewan-hewan laut.
Dinoflagelata tertentu dapat tumbuh dengan memakan bakteri dan spesies algae lain. Beberapa spesies algae ini tidak mempunyai klorofil, dan bersifat heterotrof.
Anggota algae ini ada yang bersifat miksotrofik, selain mampu mengadakan metabolisme sebagai heterotrof, juga bersifat sebagai fotoautotrof.
4. DIVISIO CHRYSOPHYTA

Algae ini mempunyai pigmen yang berbeda-beda sehingga ada yang disebut algae kuning hijau (Xanthophyceae), dan algae keemasan (Chrysophyceae). Diatomae yang termasuk Bacillariophyceae juga termasuk anggota algae ini. Pigmen fotosintetik terdiri atas klorofil a dan c, karoten, fukoxantin, dan beberapa xantofil.

Bahan cadangan makanan algae ini berupa krisolaminarin, yaitu polimer glukosa dengan ikatan B.

Dinding selnya tersusun dari selulosa, silika, dan kalsium karbonat. Pada beberapa jenis, algae ini mempunyai 1 atau 2 flagela. 

Dinding sel diatomae yang keras disebut frustule. Ada 2 macam bentuk frustule, yaitu centric dan pennate. Diatomae dengan bentuk pennate yang tidak berflagela, ada yang dapat bergerak diatas substrat padat karena adanya raphe.

Raphe adalah celah memanjang dan sempit pada dinding sel sebagai tempat keluarnya sitoplasma. Gerakan timbul karena adanya arus protoplasma tersebut. 

Dinding sel Diatomae merupakan dua bagian yang saling menutupi. Dinding sel yang keras ini menjadi masalah saat mengadakan perkembangbiakan secara aseksual, yaitu dengan cara membelah diri secara longitudinal.

Sel baru hasil pembelahan terdiri setengah bagian sel sebelum pembelahan yang ditutup dengan setengah bagian sel yang baru terbentuk. Akibatnya setelah beberapa kali membelah, maka sel hasil pembelahan semakin mengecil ukurannya, kurang lebih 30 % lebih kecil dibandingkan dengan sel hasil perkembangbiakan secara seksual.

5. DIVISIO PHAEOPHYTA

Phaeophyta disebut juga algae coklat, warna ini disebabkan xantofil yang dihasilkan melebihi karoten dan klorofil. Algae ini mempunyai pigmen fotosintetik yang terdiri atas klorofil a dan c, karoten, fukoxantin dan xantofil. Cadangan makanan di dalam selnya berupa laminarin dan manitol, dengan dinding sel tersusun dari selulosa, asam alginat, dan mukopolisakarida sulfat. 
Algae ini mempunyai dua flagela yang tidak sama panjang dengan letak lateral. Anggota kelompok ini terdiri lebih dari 200 genera dan 1500 spesies, terutama hidup di permukaan laut yang dingin.
Organisasi selnya multiseluler, dan dapat membentuk morfologi yang sangat besar dan kompleks seperti tumbuhan. Terdapat struktur seperti akar (hold fast), seperti daun (blade), seperti batang (stipe), dan pengapung (bladder), tetapi tidak ada sistem transport nutrien dan cadangan makanan.
Di tengah stipe terdapat sel-sel memanjang seperti jaringan vaskuler pada tumbuhan. Sel-sel tersebut berfungsi untuk membantu memindahkan karbohidrat hasil fotosintesa dari blade ke tempat sel-sel yang kurang aktif fotosintesanya seperti stipe dan hold fast. Anggota algae ini yang banyak hidup di laut adalah genera Sargassum, Macrocystis, Nereocystis, dan Laminaria.
Algae coklat ini dapat tumbuh dengan sangat cepat, misalnya Nereocystis dapat mencapai panjang 40 meter dalam satu musim. Kebanyakan cara perkembangbiakan algae coklat sama dengan algae hijau Ulva.
Genera Fucus umumnya tumbuh di bebatuan. Mereka dapat melapukkan batuan tersebut. Jenis tertentu algae ini dapat digunakan untuk biosorpsi, atau penyerapan logam berat oleh biomassa. Hal ini disebabkan karena kandungan polisakarida pada dinding selnya dapat bersifat sebagai resin penukar ion (ion exchange).
Algae ini juga dapat digunakan sebagai indikator adanya pencemaran logam berat seperti Cadmium, Cu, dan Pb, misalnya algae Fucus vesiculosus.
Beberapa jenis algae coklat seperti Macrocystis, banyak mengandung bahan algin pada dinding selnya. Bahan algin ini mempunyai nilai ekonomis untuk bahan pembuat stabiliser dan emulsifier pada cat, tekstil, kertas, bahan makanan, dan bahan lain.
6. DIVISIO RHODOPHYTA

Divisio ini sering disebut sebagai algae merah, karena pigmen fotosintetik didominasi olehfikoeritrin. Pigmen lain terdiri atas klorofil a, dan pada beberapa jenis mempunyai klorofil d, fikosianin, karoten, dan beberapa xantofil.

Bahan cadangan makanan di dalam selnya berupa pati floridean, yaitu polisakarida yang mirip amilopektin. Algae ini mempunyai dinding sel berupa selulosa, xylan, dan galaktan. Alat gerak
yang berupa flagela tidak ada.

Umumnya algae merah hidup di lautan, terutama di daerah tropis, beberapa spesies hidup di daerah dingin.

Adanya klorofil a, fikoeritrin dan fikosianin atau fikobilin merah, menyebabkan algae ini dapat mengabsorpsi dengan baik sinar hijau, violet dan biru yang dapat menembus air dalam.

Jadi algae merahpun dapat tumbuh sampai kedalaman lebih dari 175 meter di perairan. Algae merah kebanyakan tumbuh menempel pada batuan dan substrat lain atau lagae lain, tetapi ada juga yang hidup mengapung dengan bebas.

Anggota dari algae ini yang sering ditanam sebagai rumput laut adalah Navicula. Dinding selnya terdiri dua lapis, lapisan bagian dalam kasar (rigid) dan menyerupai mikrofibril, sedangkan bagian luar berbentuk lapisan mucilaginous

Pada dinding selnya terdapat berbagai macam bahan selain selulosa, yaitu polisakarida sulfat, agar dan karagenin. Pada algae pembentuk
koral, dapat mengumpulkan CaCO3 di dalam dinding selnya. Oleh karena hal tersebut jenis algae ini berperan penting dalam proses pembentukan karang.

7. DIVISIO CRYPTOPHYTA

Algae ini mempunyai pigmen fotosintetik klorofil a dan c, karoten, fikobilin dan xantofil yang terdiri dari aloxantin, krokoxantin, dan monadoxantin. Cadangan makanan terdiri pati, dinding selnya tidak mengandung selulosa, dan berflagela dua yang tidak sama dengan letak subapikal. Algae ini hidup di laut, dan anggotanya sangat sedikit apabila dibandingkan dengan algae lain. Cryptophyta berkembang biak secara aseksual, yaitu dengan pembelahan sel secara longitudinal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here