Pengelompokkan Tanah

0
44
Secara umum tanah-tanah dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu:
  1. Tanah endodinamomorf, yaitu tanah yang mempunyai sifat-sifat terutama kimiawinya yang identik dengan bahan induknya , atau terbentuk dari bahan induk residual, contoh tanah golongan ini meliputi:
  • Lithosol, berwarna kuning dan terbentuk dari kompleks granit, gneiss dan schist.
  • Andosol di daratan tinggi Indonesia dan Filipina
  • Grumodol di pulau Jawa, dan

  • (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
    <

    Organosol (tanah gambut) di kawasan rawa-rawa Pantai timur Sumatera Selatan dan Jambi,  Riau, Kalimantan dan Papua.

    2. Tanah Ektodinamomorf, yang mempunyai sifat-sifat tidak identik dengan bahan induknya, contoh tanah golongan ini adalah tanah aluvial yang terletak di pinggiran sungai.Kedua golongan tanah tersebut baik pembentukannya (genesis) maupun perkembangannnya dipengaruhi oleh 5 faktor bekerja secara integral dan kontinyu melalui mekanisme baik secara fisik , kimiawi maupun biologis.

    Thorf memilahkan kelima faktor ini menjadi dua golongan yaitu:
    Faktor tergantung geografis meliputi bahan induk, iklim aktivitas biologis dan relief serta
    Faktor tergantung fisiografis dan geologis bentang lahan yaitu waktu atau umur perkembangannya.

    Kemudian Joffe memilahkan kelima faktor tersebut menjadi dua bagian yaitu:


    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
    <

    1. Faktor pasif, yaitu faktor faktor yang menjadi sumber massa tanah dan kondisi saat proses pembentukan tanah berlangsung, meliputi bahan induk, topografi, dan waktu, serta
    2. Faktor aktif, yaitu faktor-faktor yang menghasilkan energi untuk melaksanakan proses pelapukan terhadap massa dan kondisi tersebut, yaitu biosfer dan iklim.

    Menurut Hardjowigeno (1993) urutan perubahan sifat-sifat tanah yang hanya disebabkan masing-masing satu faktor pembentukan tanah tersebut terkenal sebagai:
    1. Klimatosekuen, jika hanya dipengaruhi oleh perbedaan iklim
    2. Biosekuen, jika hanya oleh perbedaan aktivitas jasad hidupnya
    3. Toposekuen, jika hanya oleh perbedaan topografi
    4. Lithosekuen, jika hanya oleh perbedaan jenis bahan induk dan
    5. Khronosekuen jika hanya oleh perbedaan faktor umur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here