PENGERTIAN BUANG AIR BESAR

0
110

Materi ini berhubungan dengan buang air besar pada manusia, diare, anus, konstipasi, usus, lambung, serangan mikroorganisme serta masalah pencernaan.  

Manusia dapat melakukan buang air besar satu kali dalam beberapa hari atau beberapa kali dalam satu hari. Buang air besar (biasanya disingkat menjadi BAB) atau defekasi adalah tindakan atau proses makhluk hidup untuk membuang tinja atau kotoran yang setengah padat atau padat yang berasal dari sistem pencernaan mahkluk hidup. 

Manusia bahkan dapat mengalami gangguan dalam buang air besar sehingga hanya beberapa kali saja dalam satu minggu atau dapat berkali-kali dalam satu hari, biasanya gangguan buang air besar tersebut dapat diakibatkan oleh cara hidup yang salah dan jika diteruskan dapat menjadi masalah yang lebih besar.

Pada peristiwa buang air besar, otot-otot pada dinding usus besar melakukan gerakan peristaltis.  Gerakan peristaltis  menggerakkan tinja dari saluran pencernaan menuju ke rektum.

Terdapat bagian yang membesar pada rektum disebut ampulla yang menjadi tempat penampungan tinja sementara (temporal).   Otot-otot pada dinding rektum yang dipengaruhi oleh sistem saraf sekitarnya dapat membuat suatu rangsangan untuk mengeluarkan tinja keluar tubuh.

Jika dihambat maka tinja dapat kembali ke usus besar yang menyebabkan air pada tinja tinja menjadi sangat padat dan kembali diserap.   Jika buang air besar tertunda untuk masa yang agak lama dan tinja terus mengeras, konstipasi dapat terjadi. Sementara, laju tinja secara refleks akan menjadi lebih cepat apabila terjadi infeksi bakteri atau virus di usus yang akan menyebabkan penyerapan air lebih sedikit (berkurang).

Akibatnya, tinja menjadi lebih encer sehingga perut terasa mulas dan dapat terjadi pembuangan tak terduga (tiba-tiba) yang disebut diare.  

Proses BAB (Buang air Besar)

Ketika rektum telah penuh, tekanan di dalam rektum akan terus meningkat dan menyebabkan rangsangan untuk buang air besar. Tinja akan didorong menuju ke saluran anus. Otot pada anus yaitu otot sphinkter akan membuka lubang anus untuk mengeluarkan tinja.

Selama buang air besar (BAB) saluran pencernaan tertekan oleh diafragma, otot dada, otot dinding abdomen, dan diafragma pelvis.    Pernapasan akan terhenti sementara ketika diafragma dada tertekan oleh paru-paru ke  arah bawah untuk memberi tekanan. Selanjutnya, tekanan darah meningkat dan darah yang dipompa menuju jantung bertambah tinggi.

Buang air besar dapat terjadi secara  tak sadar dan sadar. Kehilangan kontrol terhadap buang air besar terjadi karena cedera fisik (seperti cedera pada otot sphinkter anus), kurangnya penyerapan air pada usus besar yang  menyebabkan diare, kematian dan radang.