Proses Pelapukan Batuan Dan Faktor Faktor Pemicu

0
85

Pelapukan Batuan merupakan proses alamiah akibat bekerjanya gaya-gaya alam baik secara fisik maupun kimia yang menyebabkan terjadinya pemecah belahan, penghancur luluh lantakkan dan transformasi bebatuan dan mineral-mineral penyusunnya menjadi material lepas (regolit) di permukaan bumi. Regolit ini mempunyai kedalaman dan ketebalan yang bervariasi, tergantung intensitas dan ekstensitas proses pelapukan yang terjadi.

Kecepatan  proses pelapukan bebatuan dapat diindikasikan oleh jenis dan komposisi minera/senyawa kimiawi penyusunnya.

Batuan sedimen umumnya tidak melapuk secepat batuan beku maupun batuan peralihan dan batu pasir lebih resisten ketimbang batu kapur. Hal ini karena bentuknya yang lebih mampat.

Bebatuan yang terkomposisi mineral lebih kompleks akan melapuk lebih mudah ketimbang yang lebih sederhana, karena dengan makin kompleksnya komposisi akan makin variatif  pori-pori antar molekul yang terbentuk dan makin tidak rata permukaanya , sehingga semakin mudah mengalami proses pelapukan.

Batuan basa lebih cepat lapuk ketimbang batuan asam, karena terkait dengan lebih sedikitnya senyawa silikat penyusunnya yang relatif lambat melapuk dan dengan lebih banyaknya senyawa lain yang mudah lapuk. Tanah yang terbentuk dari batuan asam akan bersifat fisik lebih baik, misalnya tanah berbahan induk granit. sedangkan yang berasal dari batuan basa akan bersifat kimiawi lebih baik, misalnya tanah berbahan induk basalt lebih kaya P dan Ca.

Atas dasar fakta-fakta ini, Daikhura menyusun kemudahan kelapukan bebatuan menurut urutan basalt yang paling mudah, kemudian gneiss, granit, hornblend, dan andesit yang paling lapuk. 
Proses pelapukan sangat dipengaruhi oleh iklim dan tipe bebatuan, dan terjadi melalui dua mekanisme, yaitu pelapukan fisik dan pelapukan kimia.