Ruang Lingkup dan Potensi Agrowisata

0
26

Ruang Lingkup dan Potensi Agrowisata

Tirtawinata dan Fachruddin (1999) dalam Halida (2006) menyatakan bahwa, ruang lingkup dan potensi agrowisata yang dapat di kembangkan dapat berupa :

a) Kebun Raya. Daya tarik yang dapat ditawarkan kepada wisatawan mencakup kekayaan flora dan fauna, keindahan alam serta kesegaran udara yang memberikan kenyamanan.

b) Perkebunan. Daya tarik yang dapat ditawarkan berupa daya tarik historis dari perkebunan tersebut, pemandangan dan udara segar, cara konvensional dalam pola tanam, pemeliharaan, pengelolaan dan prosesnya serta perkembangan teknik pengelola yang ada.

c) Tanaman Pangan dan Hortikultura. Berbagai proses kegiatan mulai dari prapanen, pascapanen berupa pengolahan hasil, sampai kegiatan pemasarannya dapat dijadikan objek agrowisata,

d) Perikanan. Kegiatan wisata yang dikembangkan dapat berupa kegiatan budidaya perikanan sampai proses pascapanen.

Sedangkan ruang lingkup dan potensi agrowisata tanaman hortikultura dan peternakan menurut Tim Menteri Rakornas Wisata Agro pada tahun 1992 dalam Nurdiana (2004) adalah sebagai berikut:

1) Tanaman Hortikultura. Daya tarik tanaman hortikultura sebagai sumberdaya agrowisata antara lain sebagai berikut:

a) Bunga-bungaan: nilai kekhasan sebagai bunga Indonesia, cara pemeliharaan yang masih tradisional, seni keindaha bunga seperti merangkai bunga, pameran bunga, taman bunga dan sebagainya.

b) Buah-buahan: kebun buah-buahan pada umumnya di desa atau pegunungan dan mempunyai pemandangan alam sekitar yang indah, memperkenalkan asal kota khas buah tersebut, cara tradisional pemetikan buah, pengelolaan buah serta budidaya buah.

c) Sayuran: kebun sayuran pada umumnya di desa atau pegunungan dan mempunyai pemandangan alam sekitar yang indah, cara tradisional pemeliharaan dan pemetikan sayuran, teknik pengelolaan serta budidaya sayuran.

Lingkup kegiatan usaha tani tanaman hortikultura ini terdiri dari berbagai proses kegiatan pra panen, pasca panen atau pengelolaan hasil sampai pemasarannya.

2) Peternakan.

Daya tarik peternakan sebagi sumberdaya agrowisata antara lain pola peternakan yang ada, cara tradisional dalam peternakan, teknik pengelolaan dan budidaya hewan ternak. Sedangkan ruang lingkup agrowisata peternakan meliputi:

a) Pra produksi: pembibitan ternak, pabrik pakan ternak.

b) Kegiatan produksi: usaha peternakan unggas, ternak perah, ternak potong.

c) Pasca produksi: pasca panen susu, daging telur, kulit.

d) Kegiatan lain: penggemukan ternak, karapan sapi, adu domba, pacu itik dan sebaginya.

Di dalam perencanaan agrowisata, terdapat beberapa prinsip yang harus dipegang sebagai berikut (Tirtawinata dan Fachruddin 1999): 1) Sesuai dengan rencana pengembangan wilayah tempat agrowisata itu berada,

2) Dibuat secara lengkap tetapi sesederhana mungkin,

3) Mempertimbangkan tata lingkungan dan kondisi sosial masyarakat di sekitarnya,

4) Selaras dengan sumber daya alam, sumber tenaga kerja, sumber dana, dan teknik-teknik yang ada,

5) Perlu evaluasi sesuai dengan perkembangan yang ada. Langkah awal dalam perencanaan kawasan agrowisata adalah menentukan daerah yang memenuhi kriteria yang sesuai dengan tujuan, kemudian menggali potensi yang dapat dikembangkan serta menyusun langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pendirian dan pengembangannya.

Tiga alternatif model agrowisata menurut Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (1990),

1. Alternatif pertama. Memilih daerah yang mempunyai potensi wisata agro dengan masyarakat tetap bertahan dalam kehidupan tradisional berdasarkan nilai-nilai kehidupannya.

Model alternative ini dapat ditemui di daerah terpencil dan jauh dari lalu lintas ekonomi luar.

2. Alternatif kedua. Memilih salah satu tempat yang dipandang strategis dari segi geografis pariwisata, tetapi tidak mempunyai potensi wisata agro sama sekali. Pada daerah ini wisata agro buatan.

3. Alternatif ketiga. Memilih daerah yang masyarakatnya memperhatikan unsur-unsur tata hidup tradisional dan memiliki pola kehidupan bertani, beternak, berdagang dan sebagainya serta tidak jauh dari lau lintas wisata yang cukup padat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here