Apa itu Hormon pertumbuhan

0
81

Belajar Biologi

Hormon pertumbuhan

Hormon pertumbuhan (GH), juga disebut somatropin, disekresikan oleh kelenjar pituitari anterior dibawah kontrol dua hormon dari hipotalamus.

Hormon pembebas hormon pertumbuhan atau growth hormon-realising hormon (GHRH) menstimulasi pembebasan GH oleh pituitari.

Saat kadar GH cukup tinggi, umpan balik ke hipotalamus menghambat GHRH dan sebagai gantinya akan menstimulasi pembebasan somatostatin, faktor kedua dari hipotalamus, yang memperlambat pembebasan GH.

Somatostatin juga menghambat hormon pituitari lain yaitu hormon saluran.

 
hormon pertumbuhan dan pituitary

Hormon pertumbuhan dapat dianggap sebagai hormon anabolik, yang artinya ia menstimulasi sintesis secara spesifik sintesis protein pada tulang dan otot.

Hormon ini menstimulasi penggunaan lemak sebagai bahan bakar sehingga mengurangi massa tubuh dan tumbuhnya skeleton. Hormon pertumbuhan memiliki efek langsung dan efek tak lansung di seluruh tubuh.

Secara langsung akan mempengaruhi jaringan lemak dan hati melalui pembebasan molekul lemak, mengurangi asupan glukosa dan meningkatkan glikogenesis (pemecahan glikogen menjadi glukosa).

Efek tak langsung sangat luas. GH menstimulasi sel-sel hati, ginjal, otot, tulang dan sel-sel kartilago untuk membebaskan protein disebut sel insulin-like growth factors (IGFs).

Molekul ini meningkatkan sintesis protein, pembelahan sel dan pertumbuhan dan terutama menstimulasi pertumbuhan kartilago yang menyebabkan tumbuhnya skeletal.

Orang akan bertambah tingginya selama tulang berlanjut untuk memanjang. Tulang tumbuh di ujung-ujungnya yang disebut keping pertumbuhan.

Saat keping pertumbuhan pada tulang sudah tersegel, seseorang tak bisa bertambah tinggi lagi, namun jaringan lunak dapat selalu tumbuh dan merespon terhadap GH.

pengaruh hormon pertumbuhan