Hipotalamus dan kelenjar hipofisis

0
105

Belajar Biologi

Apa itu Hipotalamus dan kelenjar hipofisis ?

Hipotalamus terletak di pusak otak, di atas batang otak dan di bawah serebrum.

Hipotalamus menerima input saraf dan kimia seperti pandangan, suara, rasa, bau, suhu, konsentrasi glukosa darah serta keseimbangan air dan garam.

Hipotalamus sangat berperan juga membantu mengontrol rasa lapar dan haus, kawin dan perilaku seksual. 

Hipotalamus memberikan masukan  saraf untuk berfungsi seperti pengaturan laju jantung, tekanan darah dan kontraksi kandung kencing.

Hipotalamus mengontrol kelenjar hipofisis yang terikat di bawah otak melalui suatu tangkai ramping.

Kelenjar hipofisis juga disebur pituitari, duduk dalam kantung tulang yang disebut sella turcica, yang terletak langsung diatas langit-langit mulut dan dibelakang jembatan hidung. 

Dahulunya pituitari disebut “master of glands”  tetapi sekarang istilah ini jarang dipakai. Istilah pituitari berasal dari bahasa latin pituita, atau lendir.

Hal ini dikarenakan dahulunya ilmuwan percaya bahwa kelenjar ini menghasilkan saliva.

Hormon dari pituitari mengatur kelenjar tiroid, kelenjar adrenal dan organ reproduksi, Hormon pituitari mengontrol pertumbuhan dan fungsi ginjal serta terlibat dalam kelahiran anak dan produksi air susu.

Kelenjar hipofisis terdiri dari dua bagian: Hipofisisi anterior dan adenohipofisis, dan hipofisis posterior. 

Selama perkembangan embrional, lipatan jaringan bergerak ke atas langit-langit mulut dan membentuk hipofisis anterior. Potongan hipotalamus menggembung ke bawah membentuk kelenjar hipofisis.

Bagian anterior secara fisik terpisak dari otak, akan tetapi terhubung dengannya melalui suatu tipe sirkulasi darah yang disebut sistem portae hipofisis.

Bagian anterior secara fisik terpisah dari otak, akan tetapi terhubung dengannya melalui suatu tipe sirkulasi darah yang siebut sistem portae hipofisis.

Kapiler pada hipotalamus bergabung membentuk vena yang memasuki kelenjar hipofisis. Vena ini bercabang berulang-ulang membentuk capillary bed.

Pola sirkulasi seperti ini memungkinkan darah mengambil zat-zat kimia yang disebut faktor pengontrol yang dibebaskan dalam hipotalamus dan membawanya langsung ke kelenjar hipofisis dimana mereka mengontrol pembebasan hormon.

Setiap hormon kelenjar hipofisi paling sedikit punya satu faktor pembebas hormon dan beberapa memiliki faktor pembebas serta faktor penghambat.

Berikut adalah hormon yang dibebaskan oleh hipofisis anterior: 

  1. Hormon pertumbuhan yang menstimulasi sel tulang dan otot.
  2. Prolaktin menyebabkan kelenjar mammae menghasilkan susu.
  3. Follicle stimulating hormon (FSH) dan luteinizing hormon (LH) yang secara bersama sama dikenal sebagai gonadotropin, menstimulasi hormon dan produksi gamet melalui gonad (testis dan ovarium)
  4. Tiroid stimulating hormon (TSH) menyebabkan tiroid menghasilkan hormon tiroid.
  5. Adrenocorticotropi hormone (ACTH) menstimulasi kortek adrenal menghasilkan kortikosteroid utamanya selama periode stres.
  6. Melanocyte-stimulating hormon (MSH) berperan dalam metabolisme lemak
  7. Endorfin, yang juga dihasilkan oleh otak, mengurangi persepsi rasa sakit.
  8. Pituitari posterior adalah ekstensi otak. Ia membebaskan dua hormon oksitosin dan antidiuretic hormone (ADH), yang tersusun dari sel-sel terspesialisasi dalam hipotalamus. Hormon ditransport turun dari sel-sel saraf pituitari, dimana mereka disimpan. Sinyal saraf dari hipotalamus menstimulasi pembebasannya yang memungkinkan sekresi lebih cepat. Oksitosin menstimulasi uterus berkontraksi saat melahirkan; Juga menstimulasi mammae mulai menghasilkan susu saat menyusui.
  9. Antidiuretic hormon (ADH) mengurangi output urin dengan bekerja pada duktus kolektivus ginjal.
  10. Follicle stimulating hormon (FSH) dan luteinizing hormon (LH), secara kolektif disebut gonadotropin, merangsang hormon dan produksi gamet oleh gonad (testes dan ovaries).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here