KELENJAR PROSTAT

0
91

Kelenjar prostat

Kelenjar prostat merupakan organ dengan sebagian strukturnya merupakan kelenjar dan sebagian lagi otot. Organ ini mengelilingi uretra pria, yang terfiksasi kuat oleh lapisan jaringan ikat sedikit dibelakang simfisis pubis. Organ ini berukuran sekitar 2,3 X 3,5 X 4,5 cm.

Lobus media prostat yang secara histologis merupakan zona transisional berbentuk baji, secara langsung mengelilingi uretra dan memisahkannya dengan duktus ejakulatoris. Saat terjadi hipertrofi, lobus media dapat menyumbat aliran urin. Hipertrofi lobus media banyak terjadi pada usia lanjut.

Kelenjar prostat bagian anterior sebagian besar terdiri atas jaringan fibromuskular. Jaringan kelenjar prostat berada pada sisi uretra dan posterior terhadapnya.

Jaringan kelenjar dibagi menjadi zona sentral dan perifer berdasarkan embriologi dan histologi.

Zona perifer jauh lebih besar daripada zona sentral dan terdiri atas 50 lobulus yang tidak terbatas tegas.

Masing-masing lobulus pada prostat mengandung duktus-duktus kecil yang mengalir ke uretra sedikit diatas duktus ejakulatoris.

Kelenjar prostat memiliki pasokan darah yang bervariasi, naman sebagain pasokan darah prostat berasal dari arteri pudenda intena dan glutea inferior dari ateri iliaka interna (hipogastrika).

Vena yang mengalirkan darah dari prostat berukuran besar dan berdinding tipis, membentuk pleksus yang berhubungan dengan pleksus yang mengalirkan darha dari kandung kemih. Keduanya mengalirkan darah ke vena iliaka interna.

Pleksus prostatika juga berhubungan dengan pleksus-pleksus vena vertebralisl;

Sehingga tumor pada prostat dapat menimbulkan penyebaran tumor sekunder pada kolumna vertebralis.

Aliran limfatik pada prostat mengikuti aliran pada vesikula seminalis dan leher kandung kemih yaitu ke rantai nodus iliaka.

Kelenjar tubular alveolar prostat dibatasi oleh epitel-epitel yang sangat responsif terhadap androgen.

Asinus dari zona kelenjar sentral yang mengelilingi duktus ejakulatoris berukuran besar dan iregular. Sebaliknya asinus dari zona kelenjar perifer berukuran kecil dan regular.

Perbedaan yang mencolok dalam arsitektur kelenjar prostat, disertai dengan pengamatan bahwa terdapat beberapa enzim unuk yang terdapat pada vesikula seminalis juga terdapat pada zona sentral prostat namun tidak terdapat pada zona perifer, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan asal jaringan embriologi pada kedua bagian prostat ini.

Epitel kelenjar tubuloalveolar prostat menghasilkan fosfatase asam dan asam sitrat yang normal ditemukan dalam semen.

Semua jaringan otot pada vas deferens, prostat, prostat bagian uretra, dan vesikula seminalis terlibat dalam proses ejakulasi. Sekresi prostat menyumbang sekitar 15 % dari total volume cairan semen.

Komponen penting yang dihasilkan kelenjar prostat adalah fosfatase asam, seng, sitrat, dan protease yang membuat semen lebih encer. Pengenceran membuat sperma tidak lagi sekental ejakulat awal.