Menopause : Apa Itu Menopause dan Prosesnya

0
26

Apa itu Menopause ?

Menopause merupakan tahap yang normal dalam kehidupan. Dampaknya terhadap kesehatan baru mulai terlihat ketika angka harapan hidup wanita meningkat pesat di atas dekade ke -6. Diperkirakan bahwa wanita yang hidup dinegara maju akan hidup setidaknya sepertiga dari seluruh kehidupan mereka setelah menopause.

Secara fungsional, menopause dapat dianggap sebagai sindrom menghilangnya estrogen.

Keadaan menopause ini diketahui dengan berhentinya menstruasi dan pada mayoritas wanita, timbul tanda dan gejala seperti hot flashes (rasa panas), insomnia, atrofi vagina, pengecilan payudara, dan penurunan elastisitas kulit.

Osteoporosis dan penyakit kardiovaskular menggambarkan dampak jangka panjang defisiensi estrogen. Keduanya merupakan tanda yang timbul lebih lambat dan kurang dapat diperkirakan dibandingkan tanda dan gejala awal menopause.

Bagaimana Proses menopause dan Pengaruh Menopause

menopause
menopause

Ovarium pasca menopause berukuran kecil dan tidak berisi folikel.Penampakan ovarium seteah menopause, bersamaan dengan observasi terhadap tindakan ooforektomi yang berhubungan dengan gejala gejala menopause, membuktikan teori yang sesungguhnya bahwa deplesi folikel bertanggung jawab atas terjadinya menopause.

Bukti yang lebih baru menunjukkan bahwa menopause dapat disebabkan oleh sistem saraf pusat pada ovarium.

Selain itu, pria tampaknya mengalami perubahan serupa, walaupun lebih lambat dan lebih tidak terlihat, yang serupa, walaupun lebih lambat dan lebih tidak terlihat yang disebut andropause. Perubahan keduanya dapat disebut sebagai gonopause.

Mekanisme yang terkait dalam sistem saraf pusat dan gonad sangat luas dan menggambarkan proses penuaan yang umum.

Sebelum memasuki menopause, fertilitas menurun secara drastis utamanya pada wanita saat memasuki usia 35 tahun dan lebih cepat lagi setelah usia 40 tahun.

Percepatan setelah usia 40 tahun mungkin merupakan tanda pertama dari kegagalan ovarium yang akan terjadi. Walaupun folikel-folikel ovarium tetap terlihat melalui USG, namun usaha menginduksi ovulasi buatan dengan menyuntikkan gonadotropin kemungkinan besar tidak berhasil setelah usia lebih dari 45 tahun.

Ini menunjukkan adanya gangguan fisiologis yang berkembang di dalam oosit atau folikel sebelum mereka menghilang. Sekitar 3-4 tahun sebelum menopause, kadar FSH mulai meningkat sedikit dan produksi estrogen, inhibisi, dan progesteron ovarium menurun.

Lamanya siklus menstruasi cenderung memendek seiring dengan fase folikular yang secara progresif memendek. Akhirnya ovulasi dan menstruasi benar-benar berhenti.

Usia menopause hanya sedikit mengalami perubahan sepanjang waktu, walaupun bangsa yunani kuno menyebutkan biasanya pada usia 50 tahun.

Usia menopause dipengaruhi oleh berbagai faktor. Usia menopause ibu dapat dijadikan perkiraan untuk usia menopause anak perempuannya.

Usia menarke tidak dipengaruhi usia menopause. Sebagian besar setuju bahwa ras dan varitas tidak memiliki pengaruh pada usia menopause. Perokok mengalami menopause pada usia yang lebih dini daripada bukan perokok.

Sekian tulisan kami tentang Menopause : Apa Itu Menopause dan Prosesnya, saya harap anda memperhatikan dengan baik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here