MORFOLOGI KARANG

0
72

MORFOLOGI KARANG

Nama karang (coral) diberikan berdasarkan adanya skeleton atau cangkang dari kapur yang berfungsi sebagai “rumah” bagi ribuan undividu karang (Polip) yang membentuk koloni.

Istilah terumbu karang (coral reef) mengacu pada daerah dangkal di laut yang membentuk wilayah berbahaya untuk dilewati kapal laut.

Meski hanya menempati 0,17 % dari dasar samudera, terumbu karang merupakan tempat tinggal bagi 25 % keseluruhan spesies laut. Terumbu karang yang dibentuk oleh ribuan karang batu (stony coral) ini diperkirakan mulai terbentuk sekitar 500 juta tahun yang lalu, sehingga kini dikenal sebagai ekosistem tertua di muka bumi.

Terumbu karang tersebar di laut dangkal di daerah tropis hingga subtropik yaitu antara 35o LU dan 33o LS mengelilingi bumi. Pertumbuhan karang dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan antara lain : suhu (23-30 oC), kedalaman (0-50 m), cahaya, salinitas (30-35 o/oo), kekeruhan, substrat, serta arus gelombang.

morfologi dan anatomi karang
morfologi dan anatomi karang

Struktur anatomi karang tersusun dari lempeng yang terletak di dasar sebagai pondasi dari septa yang muncul membentuk struktur yang tegak  dan melekat pada dinding yang disebut epiteka.

Keseluruhan skeleton yang terbentuk dari satu polip disebut koralit. Sedangkan keseluruhan ekosistem yang dibentuk oleh keseluruhan polip dalam satu individu atau satu koloni disebut koralum.

Permukaan koralit yang terbuka disebut kalik. Septa pada karang dibagi menjadi septa utama, kedua, ketiga dan seterusnya tergantung dari besar kecilnya dan posisinya. Septa karang yang tumbuh hingga mencapai dinding luar dari koralit disebut  sebagai kosta.

Pada dasarnya sebelah dalam dari septa tertentu sering dilanjutkan suatu organ yang disebut pali. Struktur yang berada di dasar dan ditengah koralit yang sering merupakan kelanjutan dari septa yang disebut kolumella.

Bentuk Koloni Karang

Bentuk koloni karang bermacam-macam. Terdapat karang yang berbentuk cabang (branching), ada juga karang yang berbentuk merayap (encrusting), berbentuk bulat dan padat (massive) dan karang yang menyerupai lembaran (foliaceus).

Ada pula yang bersifat karang yang soliter dan tidak melekat pada substrat (free living) pada jenis Fungia fungites dan Herpolitha limax.

bentuk koloni karang
bentuk koloni karang
bentuk koloni karang 2
bentuk koloni karang 2

Terumbu karang memiliki fungsi ekologis yang penting dalam menunjang ekosistem di lautan.

Beberapa fungsi ekologis terumbu karang  adalah menyediakan bahan makanan bagi ekosistem, melindungi pantai dari ombak dan badai, tempat berpijah, bertelur dan mencari makan bagi berbagai biota laut, gudang keanekaragaman hayati, sebagai pencatat iklim atau gejala masa lalu serta menjadi sumber penghasilan berbagai macam bahan makanan dan bahan baku obat-obatan.

 Terumbu karang Indonesia memiliki keanekaragaman jenis biota laut terkaya di dunia. Saat ini, lebih dari 480 jenis karang batu telah terdata di wilayah timur Indonesia dan merupakan 60 % dari jenis karang batu di dunia yang telah berhasil dideskripsikan.

Namun demikian, sekitar 40 % terumbu karang di Indonesia tergolong rusak berat. Hanya 7 % berada dalam kondisi sangat baik dan 53 % sedang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here