Penyakit Menular Seksual: Kutil Kelamin

0
38

Kutil Kelamin

Kutil kelamin merupakan diagnosis yang paling banyak pada pasien-pasien yang datang ke klinik penyakit menular seksual (PMS atau sexually transmitted disease, STD).

Agen infeksi yang menyebabkan kelainan kutil kelamin adalah human papillomavirus (HPV), suatu patogen yang menyebabkan penyakit-penyakit klinis dengan variasi yang luas.

Hubungan antara HPV dan kanker saluran genitalia telah menarik perhatian pada kutil kelamin yang biasanya jinak. Spektrum yang luas pada infeksi HPV alat kelamin meliputi infeksi laten, infeksi subklinis, lesi yang jelas secara klinis (kondiloma akuminata, kutil), dan neoplasia yang disebabkan HPV.

Infeksi laten diidentifikasi melalui adanya DNA HPV pada contoh jaringan yang diambil untuk penelitian epidemiologis. Infeksi subklinis tampak sebagai lesi yang datar dan kecil yang terlihat selama pemeriksaan kolposkopik (perbesaran mikroskopik in situ) pada jaringan yang telah diberikan asam asetat.

Kutil kelamin yang sebenarnya, dikenal sebagai kondiloma akuminata, merupakan papul/kutil yang berwarna merah daging, merah muda, atau berpigmen dengan permukaan menyerupai daun pakis. Kutil sessile (menyebar), atau lesi yang menyerupai kondiloma datar, lebih jarang ditemukan, mencakup hanya 20 % kutil kelamin yang dapat terlihat. 

 

Mayoritas kutil kelamin pada pria terdapat pada penis. Pada wanita kutil kelamin ditemukan lebih sering pada introitus vagina dan labia (bibir vagina). Kutil kelamin jarang mengenai vagina dan serviks.

Sebagian besar kutil kelamin bersifat asimtomatik. Jika terdapat gejala, seringkali merupakan akibat gesekan lokal oleh pakaian atau hubungan intim yang menyebabkan iritasi. Neoplasia yang berhubungan dengan HPV meliputi lesi intraepitel pada serviks, dan vulva dan karsinoma invasif pada kedua sisi.

Kebanyakan kutil kelamin menular melalui hubungan seksual, adanya penyakit ini merupakan indikasi untuk Penyakit menular seksual (PMS) lainnya. Penderita kutil kelamin harus diperiksa untuk penyakit menular seksual lainnya seperti sifilis, gonorea, klamidia, hepatitis, dan human immunodeficiency virus (HIV).

Epidemiologi Kutil Kelamin

Sebagian besar kutil kelamin terdapat orang muda yang berusia 16-25 tahun.

Karena sebagian besar infeksi bersifat subklinis dan tidak dikenali. Penelitian cross sectional mengenai prevalensi DNA HPV pada spesimen sitologis serviks menunjukkan bahwa 15-25 % wanita berusia 20-25 tahun positif terinfeksi HPV; sekitar 5 % positif terhadap subtipe HPV risiko tinggi.

Pada usia 35 tahun, prevalensi secara keseluruhan menurun hingga 5 % dan hanya 1 % wanita yang diperiksa positif terhadap HPV 16. Apusan penis pada 5 % pria memberikan hasil positif terhadap DNA HPV.

Sebagian besar infeksi HPV didapat melalui hubungan seksual. Sekitar 60 % pasangan seksual dari penderita kutil kelamin akan mengalami penyakit yang sama. Rata-rata waktu inkubasi adalah 2-3 bulan.

Penularan kutil kelamin tampaknya menurun seiring dengan waktu. Walaupun jarang, virus HPV dapat ditularkan melalui cara nonseksual. Neonatus / Janin / Bayi dapat terinfeksi selama proses kelahiran.

Pengobatan kutil kelamin

Pengobatan untuk kutil kelamin bersifat lokal. Pengobatan kutil kelamin bersifat menghancurkan dengan menggunakan nitrogen cair atau pengolesan asam asetat.

Yang menarik, penghancuran pada hanya beberapa kelompok lesi dapat menyebabkan ketahanan pada lesi (kutil kelamin lain) yang tidak diobati.

Pengobatan kutil kelamin lainnya meliputi pengolesan podofilin langsung pada lesi, suatu resin alami yang meracuni benang mitotik dan menahan perbanyakan virus.

Pengobatan kutil kelamin berdasarkan ketahanan tubuh dengan mengoleskan imiquimod, suatu modulator imun yang menginduksi produksi sitokin peradangan lokal dan sitolisis yang di mediasi oleh sel T pada sel yang terinfeksi virus.

Pengobatan bertujuan untuk menghilangkan kutil kelamin. Tidak ada pengobatan yang efektif dalam mengeradikasi virus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here