Tanda dan Gejala Menopause

0
31

Tanda dan Gejala Menopause

 Hot Flashes (rasa panas)

 

Hot flashes merupakan salah satu tanda dan gejala terjadinya menopause. Hot flashes terjadi pada sekitar 75 % wanita menopause. Hot flashes nokturnal sering membangunkan wanita dari tidurnya dan dapat menyebabkan gangguan tidur yang berat atau insomnia.

Tanda dan gejala menopause yang lain  adalah sebagian besar wanita merasakan sensasi tekanan pada kepala mereka yang diikuti oleh rasa panas atau terbakar.

Sensasi ini dimulai dari daerah kepala atau leher dan meluas ke seluruh tubuh. Gejala menopause lainnya yang menyertai hot flashes adalah keringat sering kali dapat menyertai gejolak panas ini.

Walaupun jelas terdapat perubahan fisiologis yang berhubungan dengan gejala ini, namun mekanisme bagaiman defisiensi estrogen dapat menyebabkan gejala ini tidak diketahui.

Perubahan fisiologis diawali dengan peningkatan konduktansi kulit dan kemudian temperaturnya, suatu tanda vasodilatasi perifer. Suhu inti tubuh secara bertahap menurun kira-kira 0,2 C.

Kadar hormon estrogen yang bersirkulasi tidak berubah sebelum dan sesudah flash namun terdapat perubahan pada hormon LH, kortisol (baca efek kortisol terhadap metabolisme), dehidroepiandrosteron (POM-c).

Diyakini bahwa keluhan ini menggambarkan perubahan awal pada termoregulasi pusat yang menyebabkan beberapa mekanisme kompensasi. Mekanisme ini meningkatkan suhu secara sementara, namun pada akhirnya menurunkan suhu tubuh inti ke titik pengatur (set point) yang baru.

Katekolamin sistem saraf pusat terlibat dalam regulasi suhu hipotalamus dan dampak dari defisiensi estrogen pada fungsi saraf noradenergik tampaknya berperan dalam keluhan gejala menopause ini.

Beberapa dugaan menyatakan bahwa defisiensi hormon estrogen menyebabkan peningkatan temperatur hipotalamus. Vasodilatasi ini menyebabkan peningkatan temperatur hipotalamus, dan respon yang menyebabkan penurunan suhu inti tubuh.

Selain rasa panas, sebagian besar wanita menopause mengalami tanda dan gejala atrofi vagina (pengecilan) dan perubahan pada payudara dan kulit. Atrofi vagina dapat menurunkan lubrikasi vagina.

Gejala ini menyebabkan ketidaknyamanan secara fisik, dapat menimbukan infeksi saluran kemih, dan dapat menyebabkan dispareunia selama berhubungan seksual.

Tanda dan Gejala menopause diatas berhubungan langsung dengan hilangnya stimulasi hormon estrogen  pada jaringan target dan sebagian besar dapat dikembalikan oleh estrogen pengganti.

Perubahan Pada tulang

Tanda dan gejala menopause lainnya adalah hilangnya massa tulang pada wanita. Hilangnya massa tulang pada wanita sebenarnya dimulai pada usia 30-an.

Hilangnya massa tulang lebih cepat saat menopause. Kehilangan massa tulang yang paling cepat terjadi saat dalam 3-4  tahun pertama setelah menopause.

Gejala menopause ini terjadi lebih cepat pada wanita perokok dan sangat kurus. Ras Afrika- Amerika dan penggunaan fluorida pada pasokan air  berhubungan dengan kejadian osteoporosis yang lebih rendah.

Tempat yang paling sering menjadi lokasi fraktur akibat osteoporosis adalah korpus vertebra, suatu akibat yang secara klinis mungkin dikeluhkan sebagai nyeri punggung dan berkembangnya “dowagers hump”.

Femur bagian atas, humerus, iga dan bagian distal (alat gerak) sering terkena akibat hilangnya massa tulang pasca menopause. Retak femur pada bagian atas yang mengenai sendi panggul dapat membahayakan nyawa karena adanya risiko tromboemboli vena yang menyertai.

Osteoporosis yang disebabkan oleh defisiensi hormon estrogen yang berkepanjangan meliputi penurunan kuantitas tulang tanpa perubahan pada komposisi kimianya.

Pembentukan tulang oleh osteoklas normal pada wanita yang mengalami defisiensi estrogen, namun kecepatan penyerapan tulang oleh osteoklas meningkat. Tulang trabekular adalah yag pertama terkena, diikuti oleh tulang kortikal.

Hormon estrogen tampaknya bekerja berlawanan dengan efek hormon paratirioid (PTH) pada mobilisasi kalsium. Hal ini mungkin terjadi sebagai efek langsung dari hormon estrogen pada tulang karena reseptor hormon estrogen ditemukan pada sel-sel tulang yang dikultur.

Video Tentang tanda dan gejala serta tips dalam mengatasi menopause

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here