Fotosintesis pada tanaman : Penjelasan Singkat

0
136

Fotosintesis Pada Makhluk Hidup

Semua kehidupan di atas bumi ini pada hakekatnya tergantung pada adanya proses asimilasi CO2 menjadi senyawa kimia organik dengan energi matahari, dimana energi foton ini ditangkap dan diubah menjadi energi kimia dengan proses yang dikenal dengan fotosintesis.  Proses ini berlangsung dalam jasad renik misalnya tumbuhan thallus, tumbuhan lumut, dan algae (1).

Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat yang menggunakan karbondioksida dari udara bebas dan air dari dalam tanah dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil (1).

Fotosintesis pada tanaman
Persamaan Kimia Proses Fotosintesis
 
 
Reaksi fotosintesis digolongkan atas (1): 
  • Fase cahaya (reaksi yang memerlukan cahaya)

  • Fase gelap (reaksi yang tidak memerlukan cahaya)

Fase cahaya terdiri dari penangkapan cahaya yang akan digunakan untuk memecahkan molekul air (fotolisis) menjadi H2O dan O2.Oksigen dilepas ke udara untuk membentuk molekul oksigen.  Sedangkan Hidrogen ditangkap oleh penangkap hidrogen yang disebut NADP menjadi NADPH2 (1):

Fotosintesis pada tanaman 2
reaksi Hill pada fotosintesis

Penangkapan energi cahaya selain untuk fotosintesis juga digunakan untuk mengubah ADP menjadi ATP yang disebut dengan fosforilasi.  Fosforilasi dapat juga terjadi akibat peristiwa pernapasan (fosporilasi oksidatif).  Perubahan energi cahaya menjadi energi kimia dicapai dengan terbentuknya penghasil energi (ATP dan ADP).  Energi yang terbentuk dari perubahan ATP ke ADP akan diubah oleh energi kerja kimia menjadi bahan organik, seperti gugus fosfat yang kaya energi, sebagai bahan dasar untuk pembentukan karbohidrat (1).

Proses Fotosintesis pada tanaman dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu cahaya, klorofil, temperatur, dan air. Fotosintesis dapat berlangsung dengan baik jika dalam proses reaksi terang intensitas sinar matahari dan temperatur dapat diatur sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman.

Pada umumnya tumbuhan di daerah tropik tidak dapat melakukan proses fotosintesis pada temperatur lebih rendah. Begitu pula sebaliknya kalau tersedia CO2 cukup,  temperatur tinggi tetapi sinar (matahari) kurang memadai, maka fotosintesis juga terhambat proses nya (2).

Walaupun cukup tepat menganggap fotosintesis sebagai proses yang sudah selesai dengan terbentuknya heksosa, banyak perubahan lebih lanjut dapat terjadi.  Heksosa mungkin berubah dari glukosa  menjadi fruktosa atau bergabung membentuk sukrosa untuk ditranslokasikan ke sel sel lain atau mengalami polimerisasi  menjadi tepung untuk cadangan makanan, sementara dalam kloroplast.

Dalam proses fotosintesis, sukrosa mungkin menuju dinding sel yang sedang membesar dan di sana diubah bentuknya menjadi komponen struktural seperti selulosa.  

Sukrosa mungkin juga ditransport ke bagian tanaman lain seperti ke tempat yang aktif tumbuh atau tempat perubahan menjadi polisakarida sebagai cadangan makanan atau senyawa struktural heksosa  juga dapat masuk ke dalam sistem pernapasan sel dan dibongkar untuk menghasilkan energi atau diubah menjadi struktural, metabolik, dan cadangan makanan yang penting (3).

Pada tumbuhan C3 dan C4 dan CAM bentuk senyawa yang diakumulasi sebagai hasil fotosintesis adalah sukrosa/ pati.  Gula heksosa seperti glukosa dan fruktosa dijumpai dalam konsentrasi yang jauh lebih tinggi pada sel sel fotosintetik.  Tumbuhan umumnya menyimpan cadangan makanan hasil fotosintesis dalam bentuk amilum (pati).
Baca artikel lebih lengkap tentang fotosintesis  di
 Referensi
  1.  Dwidjoseputro, D, 1992, Pengantar Fisiologi Tumbuhan, PT Gramedia, Jakarta, Halaman 56 – 57.
  2. Jumain, H.S., 1989, Ekologi Tanaman,  Rajawali, Jakarta, Halaman 80.

  3. Salisbury, Frank B & Ross Gleon, 1999, Fisiologi Tumbuhan,  Jilid II, ITB, Bandung, Halaman 96 – 97.

  4. Lakitan, Benyamin, 1993, Dasar Dasar Fisiologi Tumbuhan, PT Raja Grafindo Perkasa, Jakarta, Halaman 75.