Perkembangan Klasifikasi Makhluk Hidup

0
15

Bagaimana Perkembangan Klasifikasi Makhluk Hidup

Pada tahun 1735 Linnaeus memperkenalkan klasifikasi makhluk hidup dengan 2 kingdom yaitu Vegetabilia dan Animalia. Hal ini wajar dikarenakan pada saat itu penemuan mikroskop untuk melihat benda-benda kecil belum terlalu digunakan oleh kalangan peneliti khususnya taksonomist.

Kemudian Haeckel pada tahun 1866 memperkenalkan klasifikasi makhluk hidup sistem 3 kingdom yaitu Protista, Plantae, dan Animalia.

Munculnya kingdom baru yaitu protista dikarenakan telah ditemukannya mikroskop untuk mengamati benda-benda mikro. Prokaryota sendiri pada masa itu dianggap sebagai hewan kecil.

Sistem Klasifikasi makhluk hidup Haeckel bertahan cukup lama dan berganti beberapa kali seiring dengan perkembangan teknologi.

Klasifikasi makhluk hidup dengan 2 Empires atau super kingdom diperkenalkan oleh Chatton yaitu Empires Prokaryota dan Eukaryota. Hampir mirip dengan Chatton, Carl Woese tahun 1990 mengemukakan 3 domain yaitu domain bacteria, archaea dan Eucarya. 

Sistem Klasifikasi Makhluk hidup yang paling sering dipergunakan oleh kalangan pelajar berasal dari Whittaker tahun 1969 yaitu sistem 5 kingdom. Kingdom seperti Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

Klasifikasi makhluk hidup dari Copeland dengan 4 kingdom yaitu Monera, Protoctista, Plantae, dan Animalia jarang dipergunakan. Begitupun dengan sistem klasifikasi makhluk hidup yang terbaru dari Cavalier-Smith yang membagi menjadi 6 kingdom yaitu Bacteria, Protozoa, Chromista, Plantae, Fungi, dan Animalia.

Akan tetapi dengan semakin jelasnya perbedaan dari makhluk hidup yang ada dan dibutuhkannya pembagian yang jelas agar pengelompokkan makhluk hidup tercapai, sistem yang baru ini harus dipergunakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here