Ekosistem Hutan Pantai

0
60

Belajar Ekosistem Hutan Pantai

Ekosistem ini dijumpai pada daerah kering tepi pantai dengan kondisi tanah berpasit atau berbatu dan berada pada garis pasang tertinggi. Ekosistem hutan pantai berbeda dengan ekosistem hutan payau.

Ekosistem ini sangat jarang tergenang air laut, akan tetapi sering terjadi angin kencang dengan embusan garam (Arief, 1994).

Pada ekosistem hutan pantai ini tumbuh beberap spesies pohon seperti Barringtonia speciosa, Terminalia catappa, Calophyllum inophyllum, Hibiscus tiliaceus, Thespesia populnea, Casunarina equisetifolia, dan Pisonia grandis (Direktorat Jenderal Kehutanan, 1976; Santoso 1996).

Selain spesies diatas, pada ekosistem hutan pantai dapat juga ditemukan spesies pohon Hernandia peltata, Manilkara kauki dan Sterculia foetida (Arief, 1994).

Ekosistem hutan pantai terbagi atas dua formasi yang dilihat dari perkembangan vegetasi yang ada di daerah pantai (litoral) (Irwan, 1992). Berikut penjelasan tentang formasi dalam ekosistem hutan pantai:

1. Formasi Pescaprae

Formasi ini terdapat pada tumpukan tumpukan pasir yang mengalami proses peninggian di sepanjang pantai, dan hampir terdapat di seluruh pantai Indonesia.

Komposisi spesies tumbuhan pada formasi pescaprae di mana saja hampir sama karena spesies tumbuhannya di dominasi oleh Ipomoea pescaprae (kaki kambing) salah satu spesies tumbuhan menjalar, herba rendah yang akarnya mampu mengikat pasir.

Sebetulnya nama formasi pescaprae diambil dari nama spesies tumbuhan yang dominan itu. Akan tetapi, ada spesies-spesies tumbuhan lainnya yang umumnya terdapat pada formasi pescaprae antara lain Cyperus penduculatus, Cyperus stoloniferus, Thuarea linvoluta, Spinifex littoralis, Vitex trifolia, Ishaemum muticum, Euphorbia atoto, Launaca sarmontasa, Fimbrstylis sericea, Canavalia abtusiofolia, Triumfetta repens, Vigna marina, Ipomoea carnosa, Ipomoea denticulata, dan Ipomoea littoralis.

2. Formasi Barringtonia

Formasi ini terdapat di atas formasi pescaprae, yaitu pada daerah ini adalah spesies pohon khas hutan pantai.

Disebut formasi barringtonia karena spesies tumbuhan yang dominan di daerah ini adalah spesies pohon Barringtonia asiatica. Sesungguhnya yang dimaksud ekosistem hutan pantai adalah formasi Barringtonia. 

Belajar ekosistem hutan pantai
Belajar ekosistem hutan pantai

Sekian dulu postingan ini, nanti akan saya tulis lagi yang lebih lengkapnya… masih kurang data 

Referensi:

  1. Arief, A. 1994. Hutan: Hakikat dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan. Jakarta: Penerbit Yayasan Obor Indonesia.

  2. Direktorat Jenderal Kehutanan, 1976. Vademecum Kehutanan Indonesia. Jakarta: Departemen Pertanian Direktorat Jenderal Kehutanan.

  3. Irwan, Z.D. 1992. Prinsip-Prinsip Ekologi dan Organisasi: Ekosistem, Komunitas dan Lingkungan. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.

  4. Santoso, Y. 1996. Diversitas dan Tipologi Ekosistem Hutan yang Perlu Dilestarikan. Proseding Simposium Penerapan Ekolabel di Hutan Produksi pada tanggal 10-12 Agustus 1995. Kerja Sama Fakultas Kehutanan IPB dengan Yayasan Gunung Menghijau dan Yayasan Pendidikan Ambarwati. Bogor.

Artikel terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here