Rantai Makanan dalam Ekosistem

0
98

Belajar Rantai Makanan Ekosistem

Rantai makanan adalah suatu transfer atau pemindahan energi dari sumbernya melalui serangkaian organisme yang dimakan dan yang memakan (Odum, 1993). Mengingat energi makanan berbentuk dalam energi kimia dan materi, maka rantai makanan dapat diartikan sebagai transfer atau pemindahan energi dan materi melalui serangkain organisme.

Di dalam suatu ekosistem hanya tumbuhan hijau yang mampu menangkap energi radiasi matahari dan mengubahnya ke dalam bentuk kimia dalam tubuh tumbuhan menjadi karbohidrat, protein dan lemak.

Proses ini disebut fotosintesis. Energi makanan yang berada pada tumbuhan hijau sebagian dugunakan untuk diri sendiri dan sebagian lagi untuk hewan seperti herbivora.

Kemudian dalam rantai makanan pada ekosistem, herbivora dimangsa oleh karnivora dan karnivora akan dimangsa oleh karnivora yang lebih kuat lagi. Hal ini terjadi seterusnya hingga organisme tersebut mati dan diolah oleh mikroorganisme dan saprofit lainnya sehingga materi tersebut kembali ke lingkungan.

Menurut Resosoedarmo (1986), semakin pendek rantai makanan maka semakin dekat jarak antara organisme pada permulaan rantai dan organisme pada ujung rantai, sehingga semakin besar energi yang dapat disimpan dalam tubuh organisme di ujung rantai makanan.

rantai makanan dalam ekosistem

rantai makanan dalam ekosistem

 

Pada prinsipnya, rantai makanan dalam ekosistem dapat dibedakan ke dalam tiga kelompok yaitu:

  1. Rantai pemangsa, yaitu pemindahan energi dan materi dari produsen (tumbuhan) ke binantang kecil, kemudian ke binatang yang besar, dan berakhir pada binatang paling besar.

  2. Rantai parasit, yaitu pemindahan energi dan materi dari organisme besar ke organisme kecil.

  3. Rantai saprofit, yaitu pemindahan energi dan materi dari organisme mati (bahan organik) ke mikroorganisme atau jasad renik.